View Full Version: Imam yang selalu ditanya Ahmadi

Islamic Community > AKIDAH > Imam yang selalu ditanya Ahmadi


Title: Imam yang selalu ditanya Ahmadi


nabi _ lama - April 30, 2007 10:49 PM (GMT)
:salam:
Ikhwan Muslim,
barangkali ada yang tahu kenapa Ahmadi selalu menanyakan siapa Imam kita? Apakah kita hanya ber-imam pada satu orang? Siapa kah Imam kita menurut Anda?
Wassalam

uno - May 2, 2007 01:40 PM (GMT)
bung Nabi Lama...
hal itu merupakan kebanggaan bagi orang2 ahmadiyah memiliki imam...(imam yang masih hidup)

Imam kan sama aja dengan pemimpin, tentunya pemimpin organisasi juga disebut dengan imam, pemimpin negara ini juga disebut imam...
dan setiap diri ini juga disebut imam...

emangnya imam seperti apa bung yang dimaksud???
klo imam dalam hal spiritual, aku juga punya guru ngaji...

shadow_ - May 3, 2007 04:41 AM (GMT)
:salam:

QUOTE (Nabi Lama)
barangkali ada yang tahu kenapa Ahmadi selalu menanyakan siapa Imam kita?


Para Ahmadi selalu mananyakan hal tersebut dikarenakan mereka berpegang teguh pada sebuah hadits sbb:
Man mata lam yakrif Imam zamanihi, mata maytatan jahiliyya
Artinya:
Sesiapa yg mati dan sesungguhnya tidak mengenal Imam zamannya, matinya adalah mati jahiliyyah.


Jadi menurut mereka kalau kita tidak memiliki Imam maka matinya kita (non ahmadi) seperti mati jahiliyyah.
Disitus ahmadiyah masalah ini pernah dibahas pada "thread Hadits Dha'if dan Maudhu' Part.2". Mungkin tidak ada salahnya kalau dijelaskan kembali.
Rasulullah sendiri tidak pernah berkata seperti itu.....
Jadi Tidak ada sumbernya yang bermatan seperti itu.....
Ibnu Taimiyah berkata,”Demi Allah ! Apa yang disabdakan Rasulullah SAW bukanlah demikian.” Namun yang masyhur seperti diriwayatkan Imam Muslim adalah sebagai berikut :
“ Barang siapa berlepas tangan dari suatu ketaatan, maka ia bertemu dgn Allah pada hari kiamat nanti tanpa mempunyai alasan. Dan barangsiapa meninggal tanpa yang mengikatnya dengan ketaatan, dia mati seperti matinya orang-orang jahiliah.”
Hadits Muslim tersebut ditegaskan dan dinyatakan keshahihannya oleh Adz-Dzahabi dalam kitab Mukhtasar Minhaj as-Sunnah hal.28, dan dijadikan sebagai hujjah.

(“Silsilah hadits dha’if dan maudhu’ “ oleh: Muhammad Nashiruddin Al-Albani, hal.284, jilid 1, Hadits no.350)

Bisa dilihat disini:
http://z7.invisionfree.com/AHMADIYAH/index.php?showtopic=159


QUOTE
Apakah kita hanya ber-imam pada satu orang? Siapa kah Imam kita menurut Anda?
Wassalam


Jawaban UNO dibawah ini ada benarnya...
QUOTE (UNO)
bung Nabi Lama...
hal itu merupakan kebanggaan bagi orang2 ahmadiyah memiliki imam...(imam yang masih hidup)

Imam kan sama aja dengan pemimpin, tentunya pemimpin organisasi juga disebut dengan imam, pemimpin negara ini juga disebut imam...
dan setiap diri ini juga disebut imam...

emangnya imam seperti apa bung yang dimaksud???
klo imam dalam hal spiritual, aku juga punya guru ngaji...


Mungkin yang dimaksud Bpk.Nabi Lama adalah Imam dalam hal spiritual.
Menurut saya seluruh kaum muslimin/Ulama yang beriman, bertakwa, yang tidak menyimpang dari ajaran Allah dan tidak
mengada-adakan atau berbuat bid'ah... pantas untuk dijadikan sebagai Imam


Wassalam

Alif - May 4, 2007 04:16 AM (GMT)
Assalamualaikum wr wb.,
aha rupanya masih saja ngomongin ttg Ahmadiyah... memang tanpa kehadiran ahmadi dunia ini rasanya sepi koq paling2 yang diomongin masalah bid'ah, jenggot, pakaian, dll.. Forum Internet bid'ah ngga ya? krn dulu Nabi berdakwah tidak lewat Internet...he..he..he...Oh ya bung shadow anda rupanya selalu mengambil referensi2 buku hadist2 karangan dari
“Silsilah hadits dha’if dan maudhu’ “ oleh: Muhammad Nashiruddin Al-Albani
Anda tahu tidak bahwa beliau (AL-Abani) mengatakan juga :

Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani : “Ketahuilah bahwa hadits-hadits tentang Dajjal, dan turunnya Isa adalah berita-berita yang mutawatir, waka kita wajib beriman dengannya. Jangan tertipu dengan orang-orang yang menyatakan hadits-hadits tersebut adalah hadits aahaad, karena mereka adalah orang-orang yang bodoh tentang ilmu ini.

Jadi hadist2 turunnya Nabi Isa menurutnya adalah hadist Mutawatir !!!

Karena anda percaya juga bahwa Nabi Isa sudah wafat maka cukup satu saja dulu pertanyaan saya khusus untuk bung Shadow ini..(yang lain boleh minggir dulu cukup lihat saja jawaban spt apa yang akan bung Shadow sodorkan..)

1. Siapa Nabi Isa yang turun nanti diakhir zaman bung shadow?
ataukah Nabi Isa hidup kembali dari kuburannya?

Jangan berbelok-belok kemana-mana ya...cukup jawab siapa?
Bila jawaban anda belok sana belok sini ataupun mengaburkan pertanyaan berusaha lari dari pertanyaan ataupun eyel-eyelan dlm menjawab, saya katakan : cukup hentikan ocehan anda mengenai Ahmadiyah dimana-mana karena anda cuma disodorkan pertanyaan spt itu saja ngga bisa jawab....apalagi pertanyaan yang lain..

Kalo anda mo mengatakan bahwa hadist2 ttg turunnya Nabi Isa adalah dhaif berarti anda sendiri sudah menggugurkan jawaban anda diatas mengenai siapakah Imam anda tsb...itu menunjukan referensi anda dari buku2 hadist karangan Al-Abani sama sekali tidak bermakna apa-apa ! Krn anda juga berani menolak hadist yg dikatakan mutawatir oleh Al-Abani..jadi apa perlunya anda mengoceh ttg silsilah hadist dhaif karangan beliau itu...lha anda sendiri menolaknya koq..
Jawab pertanyaan itu dulu yah kalo anda mo berdebat lagi dgn orang2 ahmadi...

Thanks you
wassalam,








uno - May 4, 2007 12:27 PM (GMT)
OK deh kk...aku minggir :ok:
forum di internet itu bukan bid'ah kk...bid'ah tuh gak kaya gitu...

kita tunggu jawaban dari bung Shadow...
tapi sebaiknya dibuat thread baru saja bung Shadow, disini yang dibahas soal Imam jaman aja...OK..!!!

Jikalau memang orang2 ahmadiyah meyakini kebenaran bahwa beberapa hadits dan atsar yang mereka pakai, tentu ahmadiyah akan bubar...

uno - May 4, 2007 12:39 PM (GMT)
OK deh kk...aku minggir :ok:
forum di internet itu bukan bid'ah kk...bid'ah tuh gak kaya gitu...

kita tunggu jawaban dari bung Shadow...
tapi sebaiknya dibuat thread baru saja bung Shadow, disini yang dibahas soal Imam jaman aja...OK..!!!

Jikalau memang orang2 ahmadiyah meyakini kebenaran bahwa beberapa hadits dan atsar yang mereka pakai, tentu ahmadiyah akan bubar...

Alif - May 5, 2007 03:38 AM (GMT)
Uno..yang dimaksud Bung Nabi Lama adalah Imamnya jamaah al Muslimin
Imam berkaitan erat dengan Baiat/janji/sumpah/taat
anda semua mengaku sebagai Ahlul sunnah wal jamaah bukan?
nah Setiap Jamaah haruslah mempunyai seorang Imam baru bisa dikatakan sebagai jamaah
tidak ada jamaah tanpa seorang Imam..
Bukankah Kita harus berpegang teguh kepada sunahnya nabi dan sahabat2nya ?
baca hadist:
Ikutilah Sunatku dan sunat Khulaf'aur Rasyidin vang diberi petunjuk sesudahku dan pegang teguhlah padanya
Dahulu kaum muslimin dizaman sahabat Nabi berada di dalam satu ikatan imam/khalifah mereka berbaiat kepada khalifah
nah jika anda mengaku sbg jamaah muslimin dan mengaku sudah berpegang teguh kepada sunah Nabi dan sahabat2nya...siapakah imam anda tersebut?????????
simpel bukan pertanyaan bung Nabi lama itu...jangan dibuat ribet koq malah larinya menjelek-jelekan ahmadi..
jawab aja jangan malu-malu..boleh aja koq kalau kamu pernah berbaiat kepada guru ngaji kamu itu..hi..hi..hi..

wassalam,

uno - May 5, 2007 01:38 PM (GMT)
:salam:

QUOTE
Ikutilah Sunatku dan sunat Khulaf'aur Rasyidin vang diberi petunjuk sesudahku dan pegang teguhlah padanya


klo ngasih hadits yang jelas...
udah sepotong2, gak ada sumbernya pula...bikin orang tersesat nanti...


bung Hendy, baiat itu apa toh??? kapan kewajiban baiat itu dilaksanakan???
klo dari pengertian dan pemahaman tentang baiat saja sudah beda, ya mau ngomongin apa lagi...
apakah kondisi saat ini sudah memungkinkan berdirinya khilafiah???

cukup itu dulu...

nabi _ lama - May 5, 2007 01:46 PM (GMT)
:salam:
Oo begitu ya Mas Shadow...
Jadi penting ya buat pengikut Ahmadi untuk mengakui MGA sebagai Imam zamannya. Jadi setelah MGA trus ke khalifahnya begitu.. Jadi apa mereka berbaiat pada khalifahnya? Jika khalifahnya berbuat salah apa perlu untuk berbaiat?

Betul sekali, kita hanya berimam pada guru/ulama kita. Sepanjang beliau-beliau menjaga amanah Nabi SAW.

Kalo Mas Shadow jadiin topik baru. Silakan....
Wassalam,

uno - May 5, 2007 02:16 PM (GMT)
bagi ahmadi tidak ada khalifah berbuat salah...
khalifah mereka is a perfect person...no foul...always thrue...

Alif - May 7, 2007 03:34 AM (GMT)
.Uno..hadist yang saya cantumkan diatas adalah hadist masyur sbg orang Islam seharusnya anda sudah pernah mendengar hadist tsb..makanya saya tidak cantumkan detailnya....

"Aku wasiatkan kepada kalian untuk takwa kepada Allah Azza wa Jalla, taat dan mendengar sekalipun kalian dipimpin oleh seorang hamba sahaya karena siapa saja diantara kalian yang hidup sepeninggalku nescaya dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka (ketika itu) wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku. Gigitlah dengan gigi gerahammu dan hati-hatilah kalian dari perkara-perkara yang baru karena setiap yang bid'ah itu sesat." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, hadits hasan shahih)
Pernah mendengar? Kalo belum..saran saya mendingan anda menjadi penonton disini daripada ikut-ikutan tapi tidak tahu masalahnya...saya pernah bilang diforum lain daripada berdebat tanpa ilmu mendingan cuci kaki trus bobo Uno.....

Hadist Kewajiban berbaiat :

Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa yang mati dan tidak ada ikatan baiat di pundaknya maka ia pasti mati seperti mati di jaman jahiliyah (HR Muslim 2/136)
Qurannya (48:10) :
Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah . Tangan Allah di atas tangan mereka , maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.

Lihat apakah dlm membantah dalil2 anda saya memakai referensi2 lain? Kecuali hadist dan qur'an??
Dahulu muslim dizaman sahabat Nabi mereka mengambil baiat kepada khulafaur rashidin..
agar mereka mempunyai seorang Imam yang harus ditaati...
Satu saja pertanyaan saya buat anda dan Nabi lama..Siapa imam anda sekarang..???
Sudahkah anda mengambil baiat kepada seorang Imam? Kalo belum..patutkah anda menyebut diri sbg pengikut sejati Nabi Muhammad saw? Lha perintah beliau aja belum anda turuti koq?
Silahkan jawab...jangan mengambil referensi dari mana-mana..cukup Qur'an dan hadist saja !
kalo menjawab pake referensi lain, pertanyaan saya buat anda Uno..Siapakah yang selalu mengambil referensi dari sumber lain kecuali 2 sumber tersebut?
jawab ya..kalo tidak bisa mendingan jadi penonton aja, cuci kaki trus bobo dan jangan mengoceh masalah Ahmadiyah..kamu tidak tahu apa2 ttg ahmadiyah...! Karena ketidak tahuan itulah yang akan menjerumuskan anda kedalam dosa karena sudah berani memfitnah suatu kaum...padahal dlm qur'an disebutkan:
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
(tanya ayat berapa surah apa)

Wassalam,

uno - May 7, 2007 10:27 AM (GMT)
:salam:

Hen...hen... :thinking:

QUOTE
.Uno..hadist yang saya cantumkan diatas adalah hadist masyur sbg orang Islam seharusnya anda sudah pernah mendengar hadist tsb..makanya saya tidak cantumkan detailnya....

"Aku wasiatkan kepada kalian untuk takwa kepada Allah Azza wa Jalla, taat dan mendengar sekalipun kalian dipimpin oleh seorang hamba sahaya karena siapa saja diantara kalian yang hidup sepeninggalku nescaya dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka (ketika itu) wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku. Gigitlah dengan gigi gerahammu dan hati-hatilah kalian dari perkara-perkara yang baru karena setiap yang bid'ah itu sesat." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, hadits hasan shahih)
Pernah mendengar? Kalo belum..saran saya mendingan anda menjadi penonton disini daripada ikut-ikutan tapi tidak tahu masalahnya...saya pernah bilang diforum lain daripada berdebat tanpa ilmu mendingan cuci kaki trus bobo Uno.....


Neh hadits sarapanku tiap denger ceramah or kajian..ngece... :tongue:


عَنْ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَّة رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَ سُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ مِنْ بَعْدِي تَمَسَّكُوْا بِهَا وَ عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَ إِيَّاكُمْ وَ مُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ﴿رواه الترمذي ٥/٤٤ (٢٨٧٦) وقال: حسن صحيح، وصححه ابن حبان والحاكم ووافقه الذهبي﴾
Dari Al-Irbadh bin Sariyyah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'berpegang teguhlah kalian dengan sunnahku dan sunnah Khulafa`ur Rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku. Pegang erat-erat sunnah itu, gigitlah sunnah itu dengan gigi-gigi geraham dan hati-hatilah kalian dengan perkara yang diada-adakan karena setiap perkara yang diada-adakan itu adalah bid'ah dan setiap bid'ah itu adalah sesat." (HR. Tirmidzi 5/44 (2676): hadits HASAN SHAHIH, dan dishahihkan pula oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim, disepakati oleh Imam Dzahabi)



Hen, percuma ngomongin hadits sama ayat Al-Quran ma kamu... :kicking:
gak ada gunanya...
hadits versi ahmadiyah dengan non ahmadiyah udah beda makna dan artinya man...
lha emang ya hadits ini ngomongin apa...(geleng2)


yang mau debat sama ente ya siapa...ge er banget deh lu...
klo saya banyak ilmu gak mungkin ikut forum ini n berdebat, mending saya cermah keliling...

QUOTE
Lihat apakah dlm membantah dalil2 anda saya memakai referensi2 lain? Kecuali hadist dan qur'an??
Dahulu muslim dizaman sahabat Nabi mereka mengambil baiat kepada khulafaur rashidin..
agar mereka mempunyai seorang Imam yang harus ditaati...
Satu saja pertanyaan saya buat anda dan Nabi lama..Siapa imam anda sekarang..???
Sudahkah anda mengambil baiat kepada seorang Imam? Kalo belum..patutkah anda menyebut diri sbg pengikut sejati Nabi Muhammad saw? Lha perintah beliau aja belum anda turuti koq?
Silahkan jawab...jangan mengambil referensi dari mana-mana..cukup Qur'an dan hadist saja !
kalo menjawab pake referensi lain, pertanyaan saya buat anda Uno..Siapakah yang selalu mengambil referensi dari sumber lain kecuali 2 sumber tersebut?


Imam saya ya guru saya, ulama saya, pemimpin saya...mau tau aja...
Baiat pada jaman Rasul dan para Sahabat itu kan karena memang pada waktu itu ada kekhalifahan dalam islam...
kamu ngerti gak syarat berdirinya kekhalifahan??? dan saat ini kondisi umat islam belum memungkinkan untuk mendirikan kekhalifahan...
kamu tuh lucu...
dan pemimpin kekhalifahan adalah seorang imam yang ditaati dan disepakati oleh seluruh umat islam...



Yang namanya fitnah itu apa2 yang dituduhkan tapi tidak terbukti...
seperti kamu tuh...menfitnah ustdz Hariadi..
Klo menuduh dan itu terbukti...apa coba???

Alif - May 8, 2007 04:06 AM (GMT)
Perempuan koq kasar banget yah ngomongnya? Ngga punya perasaan halus atau gimana biasanya sbg perempuan...
Uno..anda jangan mengaburkan topik pertanyaan dgn mempersoalkan perbedaan tulisan hadist tsb, saya tahu anda copas dari webnya salafy, mo yg lebih lengkap? Ini saya copas dari salafy yg lain..beda bukan dgn yang anda quote...

?? ??????? ?? ????? ???: ??? ??? ???? ???? ??? ??? ?? ???? ????? ?????? ????? ????? ???? ???? ?????? ????? ???? ??????? ???? ????: ?? ???? ???? ??? ??? ????? ????? ????? ???? ?????? ????: ?????? ????? ???? ?????? ??????? ??? ???? ?????? ???? ?? ??? ???? ???? ????? ??????? ?????? ?????? ????? ???? ??????? ???????? ????????? ?????? ??? ????? ????? ????????? ?????? ??????? ?????? ??? ?? ????? ???? ??? ???? ?????

“Dari sahabat ‘Irbadh bin As Sariyyah rodhiallahu’anhu ia berkata: Pada suatu hari Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam shalat berjamaah bersama kami, kemudian beliau menghadap kepada kami, lalu beliau memberi kami nasehat dengan nasehat yang sangat mengesan, sehingga air mata berlinang, dan hati tergetar. Kemudian ada seorang sahabat yang berkata: Wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasehat seorang yang hendak berpisah, maka apakah yang akan engkau wasiatkan (pesankan) kepada kami? Beliau menjawab: Aku berpesan kepada kalian agar senantiasa bertaqwa kepada Allah, dan senantiasa setia mendengar dan taat ( pada pemimpin/penguasa , walaupun ia adalah seorang budak ethiopia, karena barang siapa yang berumur panjang setelah aku wafat, niscaya ia akan menemui banyak perselisihan. Maka hendaknya kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafa’ Ar rasyidin yang telah mendapat petunjuk lagi bijak. Berpegang eratlah kalian dengannya, dan gigitlah dengan geraham kalian. Jauhilah oleh kalian urusan-urusan yang diada-adakan, karena setiap urusan yang diada-adakan ialah bid’ah, dan setiap bid’ah ialah sesat.“ (Riwayat Ahmad 4/126, Abu Dawud, 4/200, hadits no: 4607, At Tirmizy 5/44, hadits no: 2676, Ibnu Majah 1/15, hadits no:42, Al Hakim 1/37, hadits no: 4, dll)

tapi Uno saya tidak akan mengupas masalah perbedaan tulisan, karena semua hadist tsb pada prinsipnya sama yaitu Berpegang teguhlah kepada sunahnya Nabi dan khulafaur rasyidin
yang saya tekankan disini adalah, Sunahnya para Khulafaur rasyidin sehubungan dgn topiknya yaitu siapakah imam anda...? Karena sudah sunahnya Khulafaru rashidin bahwa kaum muslimin berbaiat kepada khalifah.
sudahkah anda mengikuti sunah tsb? Padahal hadist tsb adalah sarapan pagi anda katanya, tapi koq tidak pernah dijalankan...he..he..he...

QUOTE

Imam saya ya guru saya, ulama saya, pemimpin saya...mau tau aja...

Bagus Uno..jawaban nya polos banget..apakah Gurumu atau Ulama kamu itu mau
mengakui kamu sbg anggota jamaahnya....he..he..he..

QUOTE
Baiat pada jaman Rasul dan para Sahabat itu kan karena memang pada waktu itu ada kekhalifahan dalam islam..


Jadi menurut anda sekarang ngga perlu lagi baiat thd seorang Imam? dan menurut kamu perintah baiat menurut hadist dan Quran tsb sudah tidak berlaku lagi dizaman sekarang? Menurut kamu ayat qur'an tsb sudah tidak berlaku dizaman sekarang? Hebat kamu........
QUOTE
kamu ngerti gak syarat berdirinya kekhalifahan???

Apa syaratnya Uno? Apakah khalifah dipilih oleh manusia sehingga syarat2nya ditetapkan oleh anda atau ulama2 anda? Rupanya anda tidak pernah baca qur'an tapi sok mo debat masalah agama disini,
syarat seorang khalifah ditentukan oleh Allah bukan oleh manusia baca Qur'an ( cari sendiri ayatnya biar mo buka2 qur'an jangan asal nguap)
QUOTE
dan saat ini kondisi umat islam belum memungkinkan untuk mendirikan kekhalifahan...

kenapa? Kapan bisanya? Kasihan deh kamu...
kalo begitu berbahagialah Ahmadi yg telah mempunyai Imam dan khalifah yg akan genap berusia 100 tahun nanti
he..he..he..

Oh ya Uno jangan lupa tuh tanyakan kepada guru2 kamu, ulama kamu, yang kamu angkat sbg Imam kamu apakah benar kamu itu termasuk dlm jamaahnya?

Wassalam,



uno - May 8, 2007 02:09 PM (GMT)
sok tau ya kamu...emang ya yang punya hadits itu salafy doank...
sudah masalah bunyi hadits gak usah diomongin lagi, yang penting kan intine agar selalu berpegang teguh sama sunnah Rasul dan sunnah Khulafaur Rasyidin...


Klo sama kamu dk perlu halus....ntar kesannya cengeng... :tongue:

QUOTE
Bagus Uno..jawaban nya polos banget..apakah Gurumu atau Ulama kamu itu mau
mengakui kamu sbg anggota jamaahnya....he..he..he..


tentu donk...

QUOTE
Jadi menurut anda sekarang ngga perlu lagi baiat thd seorang Imam? dan menurut kamu perintah baiat menurut hadist dan Quran tsb sudah tidak berlaku lagi dizaman sekarang? Menurut kamu ayat qur'an tsb sudah tidak berlaku dizaman sekarang? Hebat kamu........


dibaca lagi tulisanku...dicermati dan dipahami...


QUOTE
Apa syaratnya Uno? Apakah khalifah dipilih oleh manusia sehingga syarat2nya ditetapkan oleh anda atau ulama2 anda? Rupanya anda tidak pernah baca qur'an tapi sok mo debat masalah agama disini,
syarat seorang khalifah ditentukan oleh Allah bukan oleh manusia baca Qur'an ( cari sendiri ayatnya biar mo buka2 qur'an jangan asal nguap)


Hen..hen...udah tau tulisan dibilang menguap :crazy: , jadi inget acara Tukul hen...

cari sendiri syarat berdirinya kekhalifahan...banyak baca, jangan cuman dari ahmadiyah aja...
bukan dipilih oleh manusia...apa emang aku pernah kasih tulisan klo klo khalifah dipilih sama manusia???
disepakati tuh sama aja dengan diakui dan semua ulama tunduk dalam kekuasaannya...

nabi _ lama - May 8, 2007 02:29 PM (GMT)
:salam:

QS: Al Hujurat (49) "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu"

Pada surat itu dinyatakan kita sebagai orang beriman tentu akan kita periksa dengan teliti, termasuk oleh para alim ulama. Jadi kita terhadap orang fasik pun kita harus berhati-hati, apakah yang disampaikannya itu suatu kebenaran atau hanya bualan belaka.

Gimana Bung Hendi apakah terhadap pengakuan MGA sebagai Imam Anda?
Apa Anda tidak melihat, mendengar atau mengkaji kajian pada alim ulama seluruh dunia. Ataukah Anda hanya menyandarkan pada pengakuan MGA pada kitab-kitab yang ditulisnya dan pengkajian ulama Ahmadiyah belaka?

Barangkali kita tunggu tanggapan Bung Shadow.
Wassalam,

Alif - May 9, 2007 03:18 AM (GMT)
Uno :
QUOTE
...sudah masalah bunyi hadits gak usah diomongin lagi, yang penting kan intine agar selalu berpegang teguh sama sunnah Rasul dan sunnah Khulafaur Rasyidin...

sudahkah anda berpegang teguh kepada sunahnya Khulafaur rasyidin? Tentu saja belum bukan....krn sunahnya khulafaur rasyidin adalah berbaiat kpd Imam/Khalifah


QUOTE
tentu donk...

Itulah Uno,,itu artinya umat Islam spt kamu, Nabi Lama dll itu tidak dlm satu jamaah karena
kalian mempunyai Imam yang berlain-lainan, paham maksud saya? Anda belum bisa dikatakan ASWJ karena sudah tidak menjalankan sunah Nabi dan khulafaur Rasyidin juga tidak dalam satu jamaah, paham maksud saya?
QUOTE
         
cari sendiri syarat berdirinya kekhalifahan...banyak baca, jangan cuman dari ahmadiyah aja...
bukan dipilih oleh manusia...apa emang aku pernah kasih tulisan klo klo khalifah dipilih sama manusia???
disepakati tuh sama aja dengan diakui dan semua ulama tunduk dalam kekuasaannya... 

Ditanya koq malah ngeles...baiklah Uno, syarat seorang Khalifah menurut qur'an
surah An Nuur:55 bahwa bila seseorang itu menurut Allah sudah cukup beriman dan beramal saleh, jadi tidak perlu menunggu pengakuan semua Ulama2..cukup Allah saja mengesahkannya.
Apakah dulu waktu zaman Kekhalifahan Ali bin Abi Thalib semua ulama tunduk kepada khalifah Ali ? Tidak bukan, bahkan mereka bentrok satu sama lain..
baca lagi deh sejarah khalifah Rasyidin biar ngga bingung...

Nabi Lama :
QUOTE

Pada surat itu dinyatakan kita sebagai orang beriman tentu akan kita periksa dengan teliti, termasuk oleh para alim ulama. Jadi kita terhadap orang fasik pun kita harus berhati-hati, apakah yang disampaikannya itu suatu kebenaran atau hanya bualan belaka.

Gimana Bung Hendi apakah terhadap pengakuan MGA sebagai Imam Anda?
Apa Anda tidak melihat, mendengar atau mengkaji kajian pada alim ulama seluruh dunia. Ataukah Anda hanya menyandarkan pada pengakuan MGA pada kitab-kitab yang ditulisnya dan pengkajian ulama Ahmadiyah belaka?


Ulama yang mana bung Nabi Lama maksud ? Kalau Ulama2 dahulu saya pun mengakui akan kebenaran akan fatwa/sabda2 mereka, bahkan menurut saya jika saja mereka2 masih hidup mungkin mereka akan mengakui HMGA sbg Imam Mahdi, tapi kalo anda maksudkan fatwa ulama diakhir zaman ini, maaf cukup bagi saya Qur'an dan Sunnah Rasul saja yang kita pegang, krn menurut Hadist bahwa Ulama2 diakhir zaman digambarkan sbb:
Hampir-hampir datang kepada manusia satu zaman yang tiada Islam kecuali tinggal namanya dan tiada Alquran kecuali tinggal tulisannya, masjid mereka ramai namun sunyi dari petunjuk, Ulama mereka seburuk-buruk orang yang berada di bawah kolong langit, dari mereka keluar fitnah dan kepada mereka fitnah itu kembali (Ibnu Addiy dalam Al-Kamil, Al-Baihaqi dalam Syi‘abul Iman dari Ali radhiyallaahu ‘anhu dan Kanzul-Umal, Juz IX/31136, 31522).

anda boleh buktikan salah satu contohnya menurut pendapat seorang anggota MUI sendiri
mengenai Ulama zaman sekarang..di forum www.ahmadiyah.net dgn judul Ulama..oh ulama..

Jika begitu bagaimana solusinya agar kita tdk tersesat?
Solusinya, kita harus kembali kepada kitab suci Al-Quran dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar tidak hidup tersesat jalan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:

Wahai manusia sesungguhnya aku Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan sesuatu di kalangan kalian, jika kalian berpegang-teguh kepadanya kalian tidak akan sesat selamanya, yaitu Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya (Al-Bukhari, Muslim dari Ibnu Abbas ra dan Kanzul-Umal, Juz I/954).

Jadi cukup berpatokan kepada Kitab Allah dan Sunnah nabi..bukan berdasarkan ulama2 diakhir zaman ini...

Kalau saja Ulama2 zaman dahulu masih ada mungkin mereka akan mengakui pengakuan2 HMGA..
karena pendapat mereka sama dgn pendapat2 ahmadi, contohnya mengenai pendapat dipatahkannya salib menurut keterangan hadist
Hadis tsb menyatakan bahwa Al-Mahdi dan Al-Masih ‘alaihis salam akan membatalkan kepercayaan umat Kristen dengan keterangan-keterangan yang jelas dan tepat. Makna tersebut didukung oleh para Mufassir dan ulama2 sbg berikut:

Syekh Allamah Badruddin rahimahullah yang menulis berkenaan dengan “Yaksirush-shalib”, begini:

Dengan karunia Allah telah dibukakan bagi saya satu arti “Yaksirush-shalib” yang baru, yaitu bahwa Al-Masih akan menyatakan kedustaan orang-orang Kristen (Lihat ‘Aini Syarah Al-Bukhari, Juz V, hal 584).

Syekh Ibnu Chajar Al-Asqalani menerangkan arti “Yaksirush-shalib” begini:

Al-Masih akan menyatakan batalnya kepercayaan orang-orang Kristen (Lihat Fatchul-Bari, Juz VI, ha. 356).
Mula Ali Al-Qari pun menerangkan arti “yaksirush-shalib” begini:

Al-Masih akan membatalkan kepercayaan Kristen (Lihat Al-Mirqat, Juz, V, hal. 221).

Dengan demikian tidak ada senjata yang lebih tajam dan ampuh daripada “ilmu tentang wafatnya Al-Masih Isa” untuk menyatakan batalnya kepercayaan Kristen di masa sekarang ini dan senjata inilah yang digunakan oleh Imam Mahdi dan Al-Masih Al-Mau’ud, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad ‘alaihis salam dan para pengikutnya. Sehingga dengan karunia Allah ta’ala di mana pun orang Kristen tidak akan berani berdialog berhadapan dengan Ahmadiyah dalam hal tersebut?.
Mengenai ayat Khataman Nabiyin ulama2 dahulu berpendapat sesuai dgn keterangan Ahmadi:

Hadhrat Imam Az-Zurqani telah mengarang “Syarchul-Mawahibil-Ladunniyah” yang di dalamnya beliau menulis: bahwa “Khatiman-Nabiyyin” itu dibaca dengan baris di bawah TA’ dan dengan baris di atas TA’. Kalau Khatam itu dibaca dengan baris di atas TA’ sebagaimana tersebut di dalam Al-Quranul-Majid, maka artinya: “ACHSANUL-ANBIYAI KHALQAN WA KHULUQAN” (Syarchul-Mawahibil-Ladunniyah Liz-Zurqani, Juz III, hal. 163) artinya: “Dia sebaik-baik Nabi dalam hal kejadian maupun kesopanannya.

Hadhrat Mula Ali Al-Qari berkata:

Khatamun-Nabiyyin berarti bahwa tidak akan datang lagi sembarang Nabi yang memansukhkan (membatalkan) agama Islam dan yang bukan berasal dari umat beliau (Al-Maudhu’at Lil-Qariy, hal. 59).

dan masih banyak lagi pendapat para ulama terdahulu yang keterangannya sama dengan penjelasan Ahmadi..
Asal tahu saja kalau ulama terdahulu sangat berhati-hati dalam mengeluarkan fatwa, tapi ulama sekarang..?? Jangan ditanya deh..mereka menghambur-hamburkan fatwa..

Jadi kita cukup berpatokan kepada keterangan Qur'an, Sunnah dan penjelasannya berdasarkan ulama2 terdahulu yaitu ulama yang benar2 sbg pewaris Nabi..

Jelas???
Sudahlah kita akhiri saja diskusi masalah siapakah Imam anda ?
Yg pasti Uno sudah mendapat jawabannya sendiri.
Apakah dia sudah berpegang teguh kpd Sunah Nabi dan Khulafaur rasyidin yang katanya hadist tsb adalah sarapannya sehari-hari...

Wassalam


uno - May 9, 2007 01:26 PM (GMT)
QUOTE
sudahkah anda berpegang teguh kepada sunahnya Khulafaur rasyidin? Tentu saja belum bukan....krn sunahnya khulafaur rasyidin adalah berbaiat kpd Imam/Khalifah


Itulah Uno,,itu artinya umat Islam spt kamu, Nabi Lama dll itu tidak dlm satu jamaah karena
kalian mempunyai Imam yang berlain-lainan, paham maksud saya? Anda belum bisa dikatakan ASWJ karena sudah tidak menjalankan sunah Nabi dan khulafaur Rasyidin juga tidak dalam satu jamaah, paham maksud saya?


Justru itu hen...
karn saya meyakini klo sekarang kekhalifahan dalam umat islam belum ada, krn memang syarat berdirinya kekhalifahan belum terpenuhi...

nah klo jamaah2 lain gimana? mereka juga berbaiat...
berarti memang dalam islam kekhalifahan itu banyak ya...!!!


QUOTE
Ditanya koq malah ngeles...baiklah Uno, syarat seorang Khalifah menurut qur'an
surah An Nuur:55 bahwa bila seseorang itu menurut Allah sudah cukup beriman dan beramal saleh, jadi tidak perlu menunggu pengakuan semua Ulama2..cukup Allah saja mengesahkannya.
Apakah dulu waktu zaman Kekhalifahan Ali bin Abi Thalib semua ulama tunduk kepada khalifah Ali ? Tidak bukan, bahkan mereka bentrok satu sama lain..
baca lagi deh sejarah khalifah Rasyidin biar ngga bingung...


Yang seharusnya banyak baca tuh kamu, yang dibaca juga jangan versi ahmadiyah terus...ya gitu deh, jadi kuper....
baca lagi bentuk kekhalifahan tuh kaya apa!!! aspek apa aja dalam kekhalifahan itu!!!


Nah klo Abu Bakar gimana??? yang menjadikan dia khalifah siapa??? baca juga khutbah dari Abu bakar saat dia diangkat menjadi khalifah...
Khalifah Umar juga ya...!!!



Hen...hen...
ngomongin ulama ya pandanganmu cuman MUI...(geleng2)
ngimpi ya hen...para sahabat klo masih hidup mau mengakui MGA ... :baby:

shadow_ - May 10, 2007 02:42 AM (GMT)
Sebelum saya menjawab pertanyaanmu hen, terlebih dahulu saya memberikan pertanyaan kepada kamu Hen (harus dengan berkata “JUJUR”):
1.Buktikan satu dalil yang mengatakan dengan tegas bahwa yang turun nanti Isa yang dimaksud adalah Mirza Ghulam Ahmad ? ada atau tidak (Jawab dengan “JUJUR”)?
2.Tolong anda tunjukkan satu Surat dlm Al-Qur’an yang mengatakan dengan tegas bahwa Isa akan akan turun kedua kalinya dalam wujud Mirza Ghulam Ahmad ? Ada atau tidak (Jawab dengan “JUJUR”)?
3.Tolong berikan bukti bahwa Isa dan Mahdi adalah orang yang sama ? (Anggap juga lanjutan thread “ Tiada Mahdi selain Isa” yang sudah kamu close. Mari kita lanjutkan disini. Nanti kamu jelaskan nahwunya pendapat Imam-Imam kamu itu).
Saya bisa mengambil kesimpulan dari pendapat-pendapat Imam-Imam kamu bahwa fungsi “Laa” adalah menyamakan jenis bukannya meniadakan/menafikan jenis. Coba tolong buktikan dan tunjukkan kitab nahwu apa yang dipakai oleh Ahmadiyah sehingga mengartikan fungsi “Laa” dengan menyamakan jenis ? Coba kamu cari di Kitab Alfiyah (Kitab Nahwu Shorof) itu kalau ada lho…nich gue kasih referensi lagi…..
Ilmu Nahwu terjemahan Mutammimah Ajurumiyyah, yekh syamsuddin Muhammad Araa’ini hal.197
Ilmu Nahwu tingkat dasar terjemahan Al-Jurumiyah oleh Achmad Sunarto hal.102
Kitab Alfiyah(Nahwu-Shorof) oleh Jamaluddiin Muhammad bin Abdullah bin Malik.
Ilmu nahwu terjemahan matan Al-Ajurumiyyah & ‘Imrithy berikut penjelasannya, K.H.Moch.Anwar hal.148.

Nanti kamu pelajari referensi yang saya berikan, cocok tidak pendapatnya dengan imam kamu

4. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah, katanya Rasulullah bersabda:
“Senantiasa segelintir umatku berperang atas dasar kebenaran/hak hingga turun Isa bin Maryam di baitul Maqdis. Ia turun kepada Mahdi (jamaah) berkata,”Majulah ke depan, hai nabiyullah, silakan imami shalat kami,”Isa menjawab,”Umat ini merupalkan umara “satu sama lain.” (Riwayat Abu Amar ad-Dani,372-44 H)

Diriwayatkan dari hudzaifah, katanya Rasulullah bersabda:”Mahdimenoleh kepada Isa bin Maryam yang telah turun, rambutnya selalu basah seolah-olah kena air. Mahdi berkata,”Silakan ke depan, iamilah jamaah!” Isa menjawab,”Shalat didirikan untukmu, Mahdi, maka ia (Isa) makmum di belakang seorang lelakiu dari keturunanku.”
(Riwayat bersama Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Abu Uwanah, Abu Na’im, Al-Hakim dan Ruyani.

Diriwayatkan Abu Na’im dari Ibnu Abbas, katanya Rasulullah bersabda,”Tak akan mati (binasa) suatu umat yang aku merupakan awalnya. Isda bin Maryam di akhirnya dan Mahdi ditengahnya.”

hadits yang saya tuliskan ini, menurut kamu hen….hadits ini shahih atau tidak? Kalau kamu mengatakan Shahih berarti dengan sendirinya pendakwaan Ghulam Ahmad sebagai Mahdi sekaligus Isa sudah jelas gugur dan secara tidak langsung kamu mengatakan bahwa Ghulam Ahmad adalah Nabi Palsu….
Apabila hadits ini menurut kamu hadits Dha’if tolong berikan penjelasannya ?


QUOTE (Hendy)
Assalamualaikum wr wb.,
aha rupanya masih saja ngomongin ttg Ahmadiyah... memang tanpa kehadiran ahmadi dunia ini rasanya sepi koq paling2 yang diomongin masalah bid'ah, jenggot, pakaian, dll.. Forum Internet bid'ah ngga ya? krn dulu Nabi berdakwah tidak lewat Internet...he..he..he...Oh ya bung shadow anda rupanya selalu mengambil referensi2 buku hadist2 karangan dari
“Silsilah hadits dha’if dan maudhu’ “ oleh: Muhammad Nashiruddin Al-Albani
Anda tahu tidak bahwa beliau (AL-Abani) mengatakan juga :

Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani : “Ketahuilah bahwa hadits-hadits tentang Dajjal, dan turunnya Isa adalah berita-berita yang mutawatir, waka kita wajib beriman dengannya. Jangan tertipu dengan orang-orang yang menyatakan hadits-hadits tersebut adalah hadits aahaad, karena mereka adalah orang-orang yang bodoh tentang ilmu ini.

Jadi hadist2 turunnya Nabi Isa menurutnya adalah hadist Mutawatir !!


Silahkan saja anda buktikan bahwa hadits-hadits ttg Isa adalah hadits yang mutawatir, Tolong dijelaskan beserta sanad-sanadnya yang menjadikan hadits ttg Isa adalah hadits yang mutawatir. Jangan hanya bisa mengutip perkataan orang lain saja tapi anda juga seharusnya bisa menjelaskannya kenapa hadits tsb mutawatir! Nanti kamu akan tahu yang kan terlihat “Bodoh”, kamu atau saya. Begitu pula kalau kamu tidak bisa menjelaskan dalam forum, apa kamu nggak malu kalau terlihat bodoh!!
Nih gue kasih link ttg definisinya untuk kamu pelajari:
http://dictionary.al-islam.com/Eng/Dicts/S...I=82&CurrPage=4

Sudah kamu baca khan…..
Disana sdh dijelaskan bahwa Hadits Mutawatir adalah Hadis yang diriwayatkan oleh ramai perawi di mana mustahil diterima akal bahwa mereka sepakat membuat pembohongan atau pemalsuan.
Artinya:
-Perawinya banyak
-Tidak bertentangan dengan akal sehat
- nah ini paling penting yaitu “TIDAK BERTENTANGAN DENGAN AL-QUR’AN”
(Sabda Nabi SAW sudah pasti tidak akan bertentangan dengan Al-Qur’an dan diadalam Al-Qur’an ada penjelasannya)

Memang Hen…Al-Bani mengatakan bahwa hadits tts Isa adalah hadits yang mutawatir tetapi dia mempunyai keyakinan bahwa Isa yang akan turun adalah Isa pada zaman Bani Israil…….berbeda dengan keyakinanmu yg mengatakan Isa telah wafat tetapi Isa yg datang kedua kalinya dlm wujud Ghulam Ahmad…..Memang ada dalilnya dalam Al-Qur’an….Memangnya Ghulam Ahmad itu putra Maryam…..Ketahuan kalau kamu nggak bisa membaca….


Catatan: ULAMA JUGA MANUSIA
IMAM HADITS JUGA MANUSIA
Mirip-mirip Seperti di Film itu hen……….


Saya kutipkan lagi haditsnya hen, hadits yang kamu tanyakan :
“Barang siapa berlepas tangan dari suatu ketaatan, maka ia akan bertemu dengan Allah pada hari kiamat nanti tanpa mempunyai alasan. Dan barang siapa meninggal tanpa yang mengikatnya dengan ketaatan, dia mati seperti matinya orang-orang jahiliah”

Didalam hadits tersebut dengan jelas sekali tidak sama sekali mengatakan ketaatan kepada Imam hen…apalagi taat kepada Khalifah juga taat kepada Manusia seperti Isa.
lalu ketaatan apa yang dimaksud dalam Al-Qur’an?
Mari kita lihat Al-Qur’an, ketaatan kepada siapa yang dimaksud dlm hadits tersebut.

Dalam Al-Qur’an Surat Al Fath Ayat10 dijelaskan:
Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu/Muhammad sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.

Penjelasan versi Ahmadiyah:
Isyarat itu ditujukan kepada sumpah setia orang-orang mukmin ditangan Rasulul;lah SAW dibawah sebatang pohon di Hudaibiyah (Tafsir resmi Ahmadiyah hal.359)

Penjelasan versi non ahmadi:
Baiat (sumpah setia) yang disebutkan disini berlangsung sebelum terjadinya perjanjian. Mula-mula Nabi Muhammad berangkat beserta para sahabat dengan tujuan menjalankan ibadah haji, tetapi pada waktu beliau sampai di Hudaibiyah, kaum kafir Mekkah melarang beliau masuk di mekkah. Oleh karena itu para sahabat bersumpah setia (Bai’at) kepada Nabi Muhammad (dibawah pohon, sebagaimana diuraikan dalam ayat 18), bahwa mereka akan membela beliau dengan sekuat dengan tenaga dan bertempur sampai titik darah penghabisan disisi beliau. Rupanya-rupanya pada waktu itu penting sekali melahirkan bai’at, mengingat adanya kenyataan bahwa kaum quraisy mengadakan gerakan untukmemerangi kaum muslimin, yang pada waktu itu dalam keadaan tak siap tempur.
Perlu kiranya dicatat disini, bahwa sahabat telah dua kali mengucapkan bai’at kepada Nabi SAW di Mekkah sebelumhijrah; dalam dua peristiwa itu, yang mengucapkan bai’at ialah penduduk Madinah. Dan peristiwa bai’at itu dikenal dengan nama Bai’atu-l-Aqabah. Dalam peristiwa pertama hanya dihadiri oleh 12 orang dan bai’at itu hanya berintikan iman mereka kebenaran islam, dewngan mengucapkan janji:”Kami tak akan mengabdi kepada siapapun selain kepada Allah; kami tak akan mencuri; kami tak kan berbuat zina; kami tak akan membunuh anak-anak kami; kami tak akan mengumpat; dan kami tak akan mendurhaka kepada kepada Nabi SAW mengenai sesuatu yang benar”
Bai’at Aqabah yang kedua, dilakukan oleh 73 orang Madinah, termasuk didalamnya dua orang perempuan yang berbai’at. Peristiwa Bai’at yang ketiga terjadi di Hudaibiyah, dan dikenal dengan Bai’atu-l-Ridwan.

Dari penjelasan tersebut terbukti baik pihak ahmadiyah maupun non ahmadi sepakat bahwa ketaatan yang dimaksud adalah ketaatan kepada Rasulullah.
Sedangkan ketaatan yang lain adalah dengan mentaati segala perintah-perintah Allah…..
Keyakinan kamu hen bahwa masih ada lagi Nabi sesudah Nabi SAW, bukankah itu bukti kamu dan Ahmadiyah tidak taat kepada Allah dan Rasulullah karena Allah dan Rasulullah sendiri mengatakan “Khaataman Nabiyyin” dan “Laa Nabiyya Ba’di.
Begitupula Ahmadiyah mengamalkan hadits-hadits dha’if dan maudhu’ contohnya seperti hadits :
“Orang yang tidak mengenal Imam Zamannya, maka kematiannya dalam keadaan jahiliah” (“Kami Orang Islam”, Cetakan VI, Jemaat Ahmadiyah Indonesia 1989, hal.70)

“Apabila kamu melihatnya (Mahdi), maka ambil bai’atnya kendatipun engkau merangkak di gunung es (berjalan diatas salju dengan lututmu) karena beliau itu khalifah Allah dan Mahdi (“Kami Orang Islam”, Cetakan VI, Jemaat Ahmadiyah Indonesia 1989, hal.70)
Untuk hadits ini sudah saya jelaskan bahwa ini adalah “Hadits munkar” pada situs ahmadiyah pd “Thread Hadits Dhaif dan maudhu”

Bukankah itu bukti bahwa Ahmadiyah tidak taat kepada Rasulullah karena mengamalkan Hadits yang tidak bisa dipertanggungjawabkan keshahihannya. Rasullah SAW sendiri berkata barang siapa yg mendustakan atas namaku ancamannya adalah neraka. Apakah masih saja kamu mengatakan Ahmadiyah itu benar ? Apakah menurutmu golongan yang benar itu harus mengamalkan Hadits Dha’if dan Maudhu’ ? COBA KAMU JAWAB DENGAN JUJUR ?
Coba kamu jawab lagi dengan jujur, pernah atau tidak Ahmadiyah mengamalkan hadits dha’if dan maudhu’ ? Berani tidak berkata “JUJUR”?
Berarti kesimpulannya kamu taat atau tidak kepada Rasulullah ? “JAWABLAH DENGAN JUJUR”?
Saya akan mengacungkan jempol, kalau kamu berani berkata jujur…..

Bilang aja nggak usah malu-malu hen kalau menurut Ahmadiyah, khalifah itu pilihan Tuhan…..
Ini buktinya:
“Menggembalakan umat Islam dibawah naungan seorang Imam dengan perantaraan Khalifah-Khalifah pilihan Tuhan” (Kami Orang Islam”, Cetakan VI, Jemaat Ahmadiyah Indonesia 1989, hal.26).

Bisa Kamu tunjukkan dalilnya dalam Al-Qur’an bahwa Khalifah adalah pilihan Tuhan ? Didalam berdiskusi kejujuran sangat diperlukan hen……
Hen….yang namanya Khalifah-khalifah Islam itu diangkat atas dasar kesepakatan umat melalui musyawarah secara demokratis.
Menurut Islam, hanya ada enam dari rukun Iman yang harus kita imani, dan tidak termasuk khalifah didalam rukun tersebut. Walaupun Islam menghendaki agar setiap muslim tunduk dibawah pimpinan khalifah-khalifahnya, tetapi bukanlah dalam arti iman, sehingga jika pada suatu saat secara terpaksa menentang tindakan seorang khalifah tidaklah berarti mereka telah kafir. Kalau sekiranya kita menuruti pengertian loyalitas kepada khalifah dengan iman kepadanya sesuai dengan prinsipAhmadiyah, maka jelas para sahabat nabi yang menetang khalifah Usman dan khalifah Ali r.a., termasuk Isteri beliau yakni Aisyah r.a. sendiri adalah kafir murtad.
Islam sekali lagi, tetap berprinsip bahwa khalifah itu diangkat atas dasar kesepakatan umat melalui pemilihan. Dan meskipun khalifah itu bukan angkatan Allah SWT, iapun harus ditaati sebagai pemimpin yang menggantikan kedudukan Muhammad SAW. Para penentang khalifah, kalau memang ada, mereka bukanlah kafir dan keimanan serta keislaman mereka masih diakui oleh Islam. Dengan demikian maka Aisyah r.a. masih diakui keislamannya oleh segenap umat,kendatipun beliau pernah menentang khalifah Ali r.a.


QUOTE (Hendy)
Karena anda percaya juga bahwa Nabi Isa sudah wafat maka cukup satu saja dulu pertanyaan saya khusus untuk bung Shadow ini..(yang lain boleh minggir dulu cukup lihat saja jawaban spt apa yang akan bung Shadow sodorkan..)

1. Siapa Nabi Isa yang turun nanti diakhir zaman bung shadow?
ataukah Nabi Isa hidup kembali dari kuburannya?
Jangan berbelok-belok kemana-mana ya...cukup jawab siapa?
Bila jawaban anda belok sana belok sini ataupun mengaburkan pertanyaan berusaha lari dari pertanyaan ataupun eyel-eyelan dlm menjawab, saya katakan : cukup hentikan ocehan anda mengenai Ahmadiyah dimana-mana karena anda cuma disodorkan pertanyaan spt itu saja ngga bisa jawab....apalagi pertanyaan yang lain.


Jawab:
Kalau saya berpendapat Isa telah wafat dan tidak Isa tidak akan datang pada akhir zaman.
Tidak ada seayatpun dalam Qur’an menerangkan secara jelas-tegas kalau Isa akan datang kedua kalinya dalam wujud Mirza Ghulam Ahmad pada akhir zaman.
Apakah kamu(hen) pantas disebut “ORANG YANG BERAKAL”” apabila mengatakan Isa telah wafat tetapi Isa akan turun kedua kalinya dalam wujud Ghulam Ahmad.
Harap “ORANG YANG BERAKAL” memikirkannya……..



QUOTE (Hendy)
Kalo anda mo mengatakan bahwa hadist2 ttg turunnya Nabi Isa adalah dhaif berarti anda sendiri sudah menggugurkan jawaban anda diatas mengenai siapakah Imam anda tsb...itu menunjukan referensi anda dari buku2 hadist karangan Al-Abani sama sekali tidak bermakna apa-apa ! Krn anda juga berani menolak hadist yg dikatakan mutawatir oleh Al-Abani..jadi apa perlunya anda mengoceh ttg silsilah hadist dhaif karangan beliau itu...lha anda sendiri menolaknya koq..
Jawab pertanyaan itu dulu yah kalo anda mo berdebat lagi dgn orang2 ahmadi...

Thanks you
wassalam.



Hen..hen..lu baca lagi dengan cermat hadits tersebut…..ada tidak dalam hadits tersebut mengatakan harus taat kepada Imam….juga taat kepada Isa……dan juga taat manusia seperti Isa…Adakah tertulis seperti itu
Kacian sekali deh kamu hen, sekolah tinggi-tinggi tapi membaca aja nggak becus.

Kamu nggak sadar ya hen, kalau kamu dan Ahmadiyah secara tidak langsung mendhaifkan hadits-hadits tentang Isa……hanya saja caramu halus sekali….sampai-sampai hampir tidak terlihat.
Kenapa bisa begitu ?
Hadits datangnya Isa dengan tegas-jelas mengatakan bahwa yang datang adalah Isa putra Maryam bukan orang lain atau perumpaan-perumpamaan lain seperti manusia seperti Isa……Juga berpuluh-puluh hadits tentang Isa dengan jelas (kalau kamu baca dengan cermat) bukanlah Mahdi…….tetapi kamu dan Ahmadiyah mengatakan Isa dan Mahdi adalah orang yang sama.
Apakah itu bukan fakta bahwa kamu mendha’ifkan hadits-hadits ttg Isa…..
Lalu kamu hanya berpegang teguh pada dua hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Imam Ahmad bin Hambal (Hadits dari dua orang ini menurut Ahmadiyah bahwa Isa dan Mahdi adalah orang yang sama)…..inipun kamu tidak bisa membantahnya….dan non ahmadi sudah membantah dua hadits tersebut.
Terus terang hen…saya mendhaifkan hadits-hadits tentang Isa karena bertentangan dengan Al-Qur’an…..
Prinsip saya, kalau Al-Qur’an tidak pernah mengatakannya maka saya yakin hadits tersebut bukan sabda Nabi SAW…
Saya mendhaifkan hadits tentang Isa jelas ada alasannya hen……
Didalam Al-Qur’an tidak ada satu ayatpun mengatakan Isa akan turun kedua kalinya bahkan manusia seperti Isa…
Dalam Al-Qur’an disebutkan:
Surat Al-An’am ayat 38:
“………….Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan”.

Surat An Nahl ayat 89:
(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.


Dari dua ayat tersebut bahwa
Allah sendiri mengatakan tidak mengalapakan sesuatupun dalam Al-Kitab(Al-Qur’an)……
Dan Allah sendiri juga yang mengatakan Al-Qur’an diturunkan untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk…..
Artinya Al-Qur’an adalah pedoman yang lengkap dan jelas.
Al-Qur’an sebagai kitab suci dan mejadi dasar dari agama Islam adalah kumpulan wahyu yang telah disempurnakan oleh Allah SWT sendiri, tidak ada lagi suatupun masalah yang tidak tercakup didalamnya.
Al-Qur’an dijamin kebenarannya……
Kalau memang Allah akan menurunkan Isa kedua kalinya dalam wujud lain seperti Ghulam Ahmad, kenapa Allah tidak pernah memberitakannya……
Coba kamu tunjukkan dalilnya dalam Al-Qur’an ? …(GUE TUNGGU DALILNYA)

Kalau kamu tidak bisa membuktikannya…..Gugur sudah keyakinanmu hen……
Tinggal kamu bubarkan saja aliranmu itu……

Walaupun hadits-hadits tentang datang Isa itu ada yang diriwayatkan oleh imam bukhari, muslim dan imam-imam hadits lainnya, tetapi mereka semua tidak dapat menjamin sepenuhnya kejujuran sanad-sanad dari hadits-hadits itu. Mereka semua sebagai manusia hanya hidup dalam masa tertentu, sehingga tidak mungkin mereka semua mengadakan penelitian secara langsung dan mendalam terhadap diri para sanad yang berentetan sejak zaman sahabat samapi zamannya masing-masing.
Didalam Islam kita dilarang mengasih harga mati atau menganggap benar dengan mutlak terhadap apa-apa yang ada dalam sesuatu kitab tertentu yang dikarang oleh para mujtahid, karena menurut Al-Qur’an yang namanya manusia semulia apapun, ada kemungkinan untuk dapat keliru dan salah yang tidak disengaja. Semulia-mulianya manusia tetaplah memeliki keterbatasan.
Cara yang ampuh dan jitu adalah hanyalah berpedoman pada Al-Qu’ran dan menjadikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya hakim yang bisa memutuskan segala permasalahan. Kita harus selalu menomorsatukan Al-Qur’an ketimbang lainnya. Prinsip saya apabila sebuah hadits bertentangan dengan Al-Qur’an, saya yakin sekali bahwa itu bukan sabda Nabi SAW. Tidakmungkin Rasulullah SAW menyabdakan sesuatu namun isinya bertentangan dengan AL-Qur’an. Ini juga salah satu syarat sebuah hadits shahih lho hen…..kalau syarat itu tidak terpenuhi, sudah jelas gugur dikatakan hadits shahih……

shadow_ - May 10, 2007 03:15 AM (GMT)
QUOTE (Hendy)
Hampir-hampir datang kepada manusia satu zaman yang tiada Islam kecuali tinggal namanya dan tiada Alquran kecuali tinggal tulisannya, masjid mereka ramai namun sunyi dari petunjuk, Ulama mereka seburuk-buruk orang yang berada di bawah kolong langit, dari mereka keluar fitnah dan kepada mereka fitnah itu kembali (Ibnu Addiy dalam Al-Kamil, Al-Baihaqi dalam Syi‘abul Iman dari Ali radhiyallaahu ‘anhu dan Kanzul-Umal, Juz IX/31136, 31522).


Hen…Kalau mengutip hadits itu kamu harus mengujinya dengan Al-Qur’an. dan hadits-hadits lain yang mungkin kuat dari itu.
Bagaimana kalau hadits ini…..
“Sesungguhnya, para ulama adalah pewaris para nabi” (Diriwayatkan oleh Tirmidzi)

Surat Fathir ayat 28:
“Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Yang dimaksud ulama dalam ayat ini adalah bukan sembarang orang yang bergelar ulama, tetapi adalah “orang-orang yang banyak pengetahuannya/ilmunya (sesuai bidangnya masing-masing). Yang dari ilmunya itu, mereka dapat selalu takut kepada Allah, sehingga didalam kegiatannya sehari-hari selalu mencerminkan pengabdiannya kepada Allah. Yang dari hal mana, akhirnya mereka selalu dapat membuahkan berbagai sesuatu yang bermanfaat bagi kemanusiaan/amal saleh. Jadi, kata “‘Ulamaa” dalam ayat tersebut sifatnya bersifat umum. Dan kata”’Ulamaa itu sendiri adalah kata jamak yang kata tunggalnya adalah’aalimun atau ‘aliimun yang artinya “yang berilmu/berpengetahuan atau banyak ilmu pengetahuan”. Kata ‘aalimun disitu adalah “Isim Faa’il”, dan kata ‘aliimun adalah termasuk wazan “Amtsilatul-Mubaalaghoh/suatu kata yang mempunyai arti banyak, sangat, tetap, dan sebangsanya”.

Tuh khan hen hadits yang kamu kutip bertentangan sekali dengan bukti yang saya berikan.
Coba kamu tunjukkan dalam Al-Qu’ran ttg Hadits yang kamu kutip itu!!! ada tidak penjelasannya ? bertentangan tidak dengan Al-Qur’an ?

Lalu bagaimana menurut Tafsir Ahmadiyah jilid III hal.116 cat.kaki.no.2419:
Ulama yang dimaksud adalah orang yang dilimpahi ilmu.

Bukankah menurut ahmadi, khalifah dan para mubaligh ahmadi adalah orang yang berilmu…..
Bagaimana mungkin mereka itu diikuti kalau tidak berilmu…..
Jadi kesimpulannya mereka ini khan juga “Ulama”….
Begitupula para mubaligh ahmadiyah khan tersebar diseluruh penjuru dunia…katanya..he..he..
Namun mereka ini adalah ulama-ulama yang sesat, persis yang digambarkan Rasulullah seperti hadits yang kamu kutip itu….
Jadi nubuatn Rasulullah sudah sempurna…..

Alif - May 10, 2007 04:29 AM (GMT)
Shadow apa khabar? sudah seminggu baru ada jawabannya
lagi panjang amat...padahal pertanyaan saya cuma satu lho..
saya maklumi anda sibuk atau lagi cari data buat menjawab pertanyaan saya tsb...
Apakah kebiasaan anda dlm setiap diskusi jika ditanya malah berusaha ngeles mengajukan pertanyaan?
saya disini sbg tamu shadow, jadi saya lah yg mengajukan pertanyaan, sekarang gantian ketika diforum sebelah selalu anda2 yang bertanya saya yg menjawab...
Saya tidak akan berkomentar sebelum anda menjawab pertanyaan saya tsb..
siapa nabi Isa yg akan turun nanti shadow? Ataukah anda akan menentang ucapan Al-Abani tsb bahwa hadist2 turunnya Isa adalah dhaif?


Siapa yg menjadi patokan anda? Kalau ada seorang ulama yg fatwanya mendukung atau sesuai dgn keterangan ahmadi maka anda serta merta akan menentangnya, tapi sebaliknya jika seorang ulama menentang ahmadi maka anda jadikan referensi...
Saya sengaja mengambil referensi dari perkataan Syeik Al-Abani tsb karena anda selalu mengambil referensi suatu hadist itu dhaif atau tidak selalu dari beliau, tapi ketika saya sodorkan bahwa Al-Abani tsb juga bilang bahwa Hadist2 turunnya Isa adalah mutawatir, maka anda kebingungan sendiri ketika saya tanyakan kpd anda siapa nabi Isa yang akan turun nanti, eh malah berusaha ngeles dgn mencoba menentangnya....kalo saya tuliskan hadist2 dari sumber ahmadi jelas anda langsung akan menolaknya...

Oke shadow, saya tunggu jawabannya...

Wassalam,

shadow_ - May 10, 2007 05:32 AM (GMT)
QUOTE (Hendy)
Shadow apa khabar? sudah seminggu baru ada jawabannya
lagi panjang amat...padahal pertanyaan saya cuma satu lho..
saya maklumi anda sibuk atau lagi cari data buat menjawab pertanyaan saya tsb...
Apakah kebiasaan anda dlm setiap diskusi jika ditanya malah berusaha ngeles mengajukan pertanyaan?
saya disini sbg tamu shadow, jadi saya lah yg mengajukan pertanyaan, sekarang gantian ketika diforum sebelah selalu anda2 yang bertanya saya yg menjawab...
Saya tidak akan berkomentar sebelum anda menjawab pertanyaan saya tsb..
siapa nabi Isa yg akan turun nanti shadow? Ataukah anda akan menentang ucapan Al-Abani tsb bahwa hadist2 turunnya Isa adalah dhaif?


Baik-baik saja, maaf lagi sibuk kerja ditambah anak lagi sakit.....jadi mohon maaf atas keterlambatannya.
hen....saya tidak ngeles....dan prinsip saya adalah Al-Qur'an.
Tidak ada satupun ayatpun yg mengatakan Isa akan turun dalam Al-Qur'an,jadi kenapa Isa mesti ditunggu...
Kamu buktiiin aja di Al-Qur'an keyakinanmu itu.....meskipun kamu ubek-ubek itu Al-Qur'an tidak bakalan ketemu.
Cara pandang saya mungkin berbeda dengan Al-Bani........
Hadits yang kamu tanyakan sudah saya jelaskan bahwa tidak ada hubungannya sama sekali ketaatan thd Imam, Khalifah ataupun Isa pada akhir zaman.......
Kalau kamu tidak mau menjawab pertanyaan saya artinya kamu tidak bisa menjawab tsb......apakah begitu sulit pertanyaan saya itu ?




QUOTE (hendy)
Siapa yg menjadi patokan anda? Kalau ada seorang ulama yg fatwanya mendukung atau sesuai dgn keterangan ahmadi maka anda serta merta akan menentangnya, tapi sebaliknya jika seorang ulama menentang ahmadi maka anda jadikan referensi...
Saya sengaja mengambil referensi dari perkataan Syeik Al-Abani tsb karena anda selalu mengambil referensi suatu hadist itu dhaif atau tidak selalu dari beliau, tapi ketika saya sodorkan bahwa Al-Abani tsb juga bilang bahwa Hadist2 turunnya Isa adalah mutawatir, maka anda kebingungan sendiri ketika saya tanyakan kpd anda siapa nabi Isa yang akan turun nanti, eh malah berusaha ngeles dgn mencoba menentangnya....kalo saya tuliskan hadist2 dari sumber ahmadi jelas anda langsung akan menolaknya...

Oke shadow, saya tunggu jawabannya...

Wassalam,



Patokan saya bukan ulama manapun.........
Patokan saya adalah Al-Qur'an.......
Apakah saya mengatakan Hadits Isa mutawatir hen......
kamu sadar tidak, kamu beserta orang-orang Ahmadiyahpun mengutip perkataan non Ahmadi dgn mengatakan hadits tsb mutawatir tetapi menolak Isa yang turun Adalah Isa bin Maryam tetapi Ghulam Mirza Ghulam Ahmad bin ghulam murtadha........apa ini bukan berarti keyakinanmu juga gugur hen.......seperti contohnya kamu mengutip hadits dari Imam Ahmad bin Hambal.
Silahkan saja kamu tuliskan hadits-hadits yang sumbernya dari Ahmadiyah asal kamu jujur dan yakin akan keshahihan hadits tersebut.....dan yakin saja tidak cukup dan kamu nanti siap apabila saya mengajak beradu sumpahsumpah...



Alif - May 10, 2007 09:18 AM (GMT)
Shadow, sorry, bagaimanapun kesehatan anak hrs didahulukan...
kita teruskan...Pertanyaan tsb bukannya sukar...Cuma lucu aja jadinya kalo dijawab...
Anda sama sekali tidak mempercayai hadist2 yang menyatakan akan turunnya kembali Nabi Isa as, lalu buat apa anda ngotot minta penjelasan hadist2 tsb ke saya? Kalaupun saya bilang hadist2 tsb dhaif ataupun Sahih bukankah sudah tidak ada pengaruhnya buat anda? Kalaupun saya mengambil referensi dari Ulama2 non ahmadi yang ada sekarang saya yakin anda akan menentangnya apalagi saya mengambil referensi dari ahmadi..
memang didalam Qur'an tidak dinyatakan secara explisit akan kedatangan kembali Nabi Isa as karena memang beliau sudah wafat...
dan saya pun sama spt anda bahwa kita tidak menunggu Nabi Isa israeli tsb,
bedanya adalah saya meyakini akan datangnya Isa yang lain yang sifatnya turunnya sama ketika nabi Isa Israeli datang kepada kaum Yahudi
Nabi Isa datang hanya agar kaum yahudi kembali kpd Taurat yang diajarkan Musa as, spt halnya HMGA datang hanya agar kaum Islam kembali kepada Qur'an yg dibawa Muhammad saw..
Jika ditanyakan adakah ayat yg menyatakan bahwa Nabi Isa yg datang adalah HMGA? Lucu sekali pertanyaannya.. jika ada maka semua orang sudah masuk Ahmadi kali ngga usah mikir ini itu, ngga usah debat ini itu..
Pertanyaannya sama saja ketika ada orang kristen menanyakan kepada anda adakah tercantum nama Muhammad sbg Nabi dlm Injil? Bagaimana jawaban anda?
Tapi Allah sengaja membuat perumpamaan2 agar kita mau menggunakan akal kita karena Qur'an hanya untuk kaum yang berfikir..
DLm Qur'an terdapat ayat yang menyatakan
(43:57) Dan tatkala putra Maryam dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaummu bersorak karenanya.
(kaummu) itu kaumnya Muhammad saw yaitu orang2 Islam
sama aja ketika HMGA sbg perumpamaannya Nabi Isa maka orang2 Islam bersorak protes...

Oke shadow, semoga lekas sembuh anaknya...
Wassalam,

uno - May 10, 2007 01:48 PM (GMT)
iya bung Shadow...semoga lekas sembuh anaknya.... :ok:

sebaiknya poting anga yang panjang itu dibuat baru saja, nanti bisa keluar dari pembahasan imam jaman....


Untuk masalah imam jaman ini gak perlu dijelaskan secara panjang lebar dulu, cukup yang mudah dipahami oleh sodara Hendy...yang ringan2 dikepala saja...

nabi _ lama - May 11, 2007 04:33 PM (GMT)
:salam:
QUOTE
Nabi Isa as karena memang beliau sudah wafat...

Apa ini juga secara explisit disebutkan dalam Al Quran, atau penafsiran Ahmadi saja? Saya yakin sebagai jawaban standar Ahmadi akan lari ke umur alami manusia.
Ahmadi memang tidak akan percaya akan mukjizat Allah, hal-hal yang ghaib atau hal-hal yang tidak tercapai akal manusia. Ahmadi pastinya selalu ada penjelasan secara akal manusia. Bukan begitu Bung Hendi?

QUOTE
Isa yang lain yang sifatnya turunnya sama ketika nabi Isa Israeli datang kepada kaum Yahudi

Ini kepercayaan dari mana ya Bung Hendi? Ada dalil-dalilnya?

Wassalam,

shadow_ - May 12, 2007 02:34 AM (GMT)
:salam:

QUOTE (Hendy)
Shadow, sorry, bagaimanapun kesehatan anak hrs didahulukan...
kita teruskan...Pertanyaan tsb bukannya sukar...Cuma lucu aja jadinya kalo dijawab...


Bukannya lucu hen….tapi itu khan sangat penting juga bagi keyakinanmu, kalau kamu tidak bisa mempertahankannya, jelas gugur pendakwan MGA sebagai Nabi
Anda sama sekali tidak mempercayai hadist2 yang menyatakan akan turunnya kembali Nabi Isa as, lalu buat apa anda ngotot minta penjelasan hadist2 tsb ke saya? Kalaupun saya bilang hadist2 tsb dhaif ataupun Sahih bukankah sudah tidak ada pengaruhnya buat anda?

QUOTE
Anda sama sekali tidak mempercayai hadist2 yang menyatakan akan turunnya kembali Nabi Isa as, lalu buat apa anda ngotot minta penjelasan hadist2 tsb ke saya? Kalaupun saya bilang hadist2 tsb dhaif ataupun Sahih bukankah sudah tidak ada pengaruhnya buat anda?


Memang benar tidak ada pengaruhnya bagi saya tapi ada pengaruhnya terhadapmu hen…Kamu menshahihkan hadits-hadits ttg Isa tetapi kamu menolaknya dan dengan tidak sadar mendha’ifkannya secara tidak terang-terangan…..Hadits-hadits ttg Isa tsb dengan jelas sekali adalah orang yang berbeda dengan Mahdi

QUOTE
Kalaupun saya mengambil referensi dari Ulama2 non ahmadi yang ada sekarang saya yakin anda akan menentangnya apalagi saya mengambil referensi dari ahmadi..


Saya tidak akan menentang selama tidak menyimpang dari Al-Qur’an

QUOTE
memang didalam Qur'an tidak dinyatakan secara explisit akan kedatangan kembali Nabi Isa as karena memang beliau sudah wafat...


Untuk yang ini memang ada kesamaan antara kamu dengan saya…..

QUOTE
dan saya pun sama spt anda bahwa kita tidak menunggu Nabi Isa israeli tsb,


Betul

QUOTE
bedanya adalah saya meyakini akan datangnya Isa yang lain yang sifatnya turunnya sama ketika nabi Isa Israeli datang kepada kaum Yahudi
Nabi Isa datang hanya agar kaum yahudi kembali kpd Taurat yang diajarkan Musa as, spt halnya HMGA datang hanya agar kaum Islam kembali kepada Qur'an yg dibawa Muhammad saw..


Nah, ini yang perlu dibuktikan…..ada tidak dalam Al-Qur’an….

QUOTE
Nah, ini yang perlu dibuktikan…..ada tidak dalam Al-Qur’an….
Quote:
Jika ditanyakan adakah ayat yg menyatakan bahwa Nabi Isa yg datang adalah HMGA? Lucu sekali pertanyaannya.. jika ada maka semua orang sudah masuk Ahmadi kali ngga usah mikir ini itu, ngga usah debat ini itu..
Pertanyaannya sama saja ketika ada orang kristen menanyakan kepada anda adakah tercantum nama Muhammad sbg Nabi dlm Injil? Bagaimana jawaban anda?


Memang dalam kitab terdahulu tidak disebutkan namanya namun ciri-ciri kedatangan Nabi SAW dijelaskan…….
Lalu bagaimana dengan MGA ?
Tidak ada satupun ayat menyebutkan Isa datang kedua kalinya dalam wujud orang lain atau perumpamaan-perumpamannya….

QUOTE
Tapi Allah sengaja membuat perumpamaan2 agar kita mau menggunakan akal kita karena Qur'an hanya untuk kaum yang berfikir..
DLm Qur'an terdapat ayat yang menyatakan
(43:57) Dan tatkala putra Maryam dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaummu bersorak karenanya.
(kaummu) itu kaumnya Muhammad saw yaitu orang2 Islam
sama aja ketika HMGA sbg perumpamaannya Nabi Isa maka orang2 Islam bersorak protes...


Hen, kalau mengutip Al-Qur’an itu jangan sepenggal-sepenggal atau sepotong-sepotong nanti maksudnya jadi lain dan bisa menyesatkan…..
Kalau mengutip sebuah ayat diperhatikan ayat sebelumnya dan sesudahnya, pakah memiliki keterkaitan atau tidak....
Kamu ini sepertinya kurang tekun mempelajari Al-Qur’an….
Coba kamu lihat lagi sambungan ayat tersebut (43:58-59), kamu akan mengerti Nabi yang dimaksud dan kaum yang dimaksud…..Disana tertulis jelas bukan perumpamaan seperti dan kaum yang dimaksud adalah Kaum Bani Israel….

57. Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaummu bersorak karenanya.

58. Dan mereka berkata: "Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?" Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar

59. Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai Perumpamaan bagi Bani lsrail

Saya tidak kaget kamu memberi ayat ini karena beberapa hari yang lalu mertua saya juga membahas hal ini…..

QUOTE
Oke shadow, semoga lekas sembuh anaknya...
Wassalam,


Terima kasih..hen…..saya hanya bisa memberi nasehat kepadamu, Banyak-banyaklah mempelajari Al-Qur’an dengan tekun. Jangan penilaian satu orang saja yang kamu pakai tapi penilaian orang lain harus kamu pertimbangkan dan yang paling utama pakailah akalmu sendiri….saya jamin dgn menggunakan akal kamu sendiri, kebenaran akan didapat..


QUOTE (UNO)
ya bung Shadow...semoga lekas sembuh anaknya.... ok.gif


Terima kasih Mbak.UNO

QUOTE (UNO)
sebaiknya poting anga yang panjang itu dibuat baru saja, nanti bisa keluar dari pembahasan imam jaman....


Untuk masalah imam jaman ini gak perlu dijelaskan secara panjang lebar dulu, cukup yang mudah dipahami oleh sodara Hendy...yang ringan2 dikepala saja...


Saya menjelaskannya secara panjang lebar biar jelas.....nanti kalau nggak jelas pati nanya lagi....


Wassalam



Alif - May 12, 2007 04:32 AM (GMT)
Hi..shadow..

QUOTE

Memang benar tidak ada pengaruhnya bagi saya tapi ada pengaruhnya terhadapmu hen…Kamu menshahihkan hadits-hadits ttg Isa tetapi kamu menolaknya dan dengan tidak sadar mendha’ifkannya secara tidak terang-terangan…..Hadits-hadits ttg Isa tsb dengan jelas sekali adalah orang yang berbeda dengan Mahdi


Shadow saya tidak mendhoifkan semua hadist ttg turunnya Isa juga tidak semuanya saya yakini Sahih, karena banyak sekali hadist mengenai akan datangnya Isa baik yg muttawatir maupun yg dhoif.
Tapi kalau anda jelas sudah mendhaifkan semua hadist2 ttg turunnya Isa
Jadi hadist2 mengenai tidak akan ada Isa tapi Mahdi yang datang otomatis tidak bisa dijadikan referensi lagi oleh anda, jelas? Saya benar2 bingung atas pernyataan anda sendiri.
disatu pihak anda mengatakan bahwa hadist tsb tidak pernah ada tapi dipihak lain anda ngotot bahwa tidak akan ada Nabi Isa melainkan Mahdi karena berdasarkan hadist tsb...
Bingungkan ? Jawab yag jelas ada ngga Nabi Isa nanti? Dhaif atau sahih hadist tsb...

QUOTE

Hen, kalau mengutip Al-Qur’an itu jangan sepenggal-sepenggal atau sepotong-sepotong nanti maksudnya jadi lain dan bisa menyesatkan…..
Kamu ini sepertinya kurang tekun mempelajari Al-Qur’an….
Coba kamu lihat lagi sambungan ayat tersebut (43:58-59), kamu akan mengerti Nabi yang dimaksud dan kaum yang dimaksud…..Disana tertulis jelas bukan perumpamaan seperti dan kaum yang dimaksud adalah Kaum Bani Israel….

57. Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya.

58. Dan mereka berkata: "Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?" Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar

59. Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai Perumpamaan bagi Bani lsrail


Saya garis bawahi pernyataan anda bahwa kaum tsb adalah kaum Bani Israel,...
Shadow Qur'an itu diturunkan kpd Muhammad otomatis 'Kaummu' dlm ayat tsb ditujukan kpd kaumnya Muhammad
bukan kaum bani Israel.
lucunya anda menulis kaummu itu (Quraisy) .
Jadi saya sendiri justru bingung atas pernyataan2 anda disatu pihak bilang begitu tapi dipihak lain bilang begini..mana yang mau dijadikan patokan oleh anda shadow?
Contoh kasusnya banyak shadow maaf kalau saya tunjukan kpd. Anda agar anda bisa instropeksi juga..
1. anda selalu mengambil referensi Al Abani tetapi ketika ditanyakan ini itu anda akhirnya menentangnya juga.
2. Anda selalu mengatakan bahwa hadist2 turunnya nabi Isa adalah dhaif tetapi anda juga menjadikan salah satu hadist tsb sbg referensinya.
3. Anda bilang kaummu itu untuk bani Israil tapi anda memberi kurung kaummu itu untuk (Quraisy)
4. Anda myakini Nabi Isa sudah wafat tapi koq malah memberi referensi kpd saya bahwa Nabi Isa masih hidup
bukannya ikut membantu saya dlm memberi ilmu kpd teman yg lain bahwa nabi Isa sudah wafat malah sebaliknya.

makanya ngga heran saya kalau akhirnya anda sendiri yang bingung dan menjadi penentang ahmadi yang tadinya anda sendiri yakini kebenarannya. kalau boleh saya bilang anda penuh keragu-raguan shadow, jadi akhirnya gitu deh.. Gampang masuk keluar keyakinan sendiri. Tidak ada patokan yang kuat buat anda, kalau bang Mandra bilang dulu kita itu harus punya PRINSIP hidup, keyakinan yang teguh...

Oke shadow, intropeksilah agar punya pegangan hidup nanti kapan2.. baru kita lanjutkan lagi..

Wassalam,




uno - May 12, 2007 10:44 AM (GMT)
Hen, dah dibaca belum riwayat pemenrintahan masa Kekhalifahan mulai dari Abu Bakar???

shadow_ - May 13, 2007 02:38 AM (GMT)
QUOTE (Hendy)
Shadow saya tidak mendhoifkan semua hadist ttg turunnya Isa juga tidak semuanya saya yakini Sahih, karena banyak sekali hadist mengenai akan datangnya Isa baik yg muttawatir maupun yg dhoif.
Tapi kalau anda jelas sudah mendhaifkan semua hadist2 ttg turunnya Isa
Jadi hadist2 mengenai tidak akan ada Isa tapi Mahdi yang datang otomatis tidak bisa dijadikan referensi lagi oleh anda, jelas? Saya benar2 bingung atas pernyataan anda sendiri.
disatu pihak anda mengatakan bahwa hadist tsb tidak pernah ada tapi dipihak lain anda ngotot bahwa tidak akan ada Nabi Isa melainkan Mahdi karena berdasarkan hadist tsb...
Bingungkan ? Jawab yag jelas ada ngga Nabi Isa nanti? Dhaif atau sahih hadist tsb...


Sepertinya arah jawaban saya kamu tidak mengerti…..saya membicarakan hadits ttg Isa hanya berdasarkan keyakinan anda , bukan keyakinan saya…..saya hanya ingin kamu menjelaskannya lebih jauh dalam porsi keyakinan kamu itu……..atau kamu pura-pura tidak tahu…
Kalau masih nggak ngerti biar deh nanti kapan-kapan kita lanjutkan kembali…..

QUOTE
lucunya anda menulis kaummu itu (Quraisy) .


Memang sebelumnya saya menulis seperti itu, kebetulan waktu itu saya mengutip tafsir depag…..Sebelum kamu mengirimkan postingan kamu tulisan itu sudah saya edit…selisihnya sekitar satu jam dari pengiriman saya…
Sebelumnya sudah saya perbaiki sebelum kamu mengirimkan postingan……pada waktu saya selesai mengedit postingan kamu belum masuk….

Posted Shadow: May 12 2007, 02:34 AM
57. Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaummu bersorak karenanya

Posted Hendy: May 12 2007, 04:32 AM
lucunya anda menulis kaummu itu (Quraisy)

QUOTE
Saya garis bawahi pernyataan anda bahwa kaum tsb adalah kaum Bani Israel,...
Shadow Qur'an itu diturunkan kpd Muhammad otomatis 'Kaummu' dlm ayat tsb ditujukan kpd kaumnya Muhammad
bukan kaum bani Israel.
Jadi saya sendiri justru bingung atas pernyataan2 anda disatu pihak bilang begitu tapi dipihak lain bilang begini..mana yang mau dijadikan patokan oleh anda shadow?
Contoh kasusnya banyak shadow maaf kalau saya tunjukan kpd. Anda agar anda bisa instropeksi juga..


Hen… meskipun Al-qur’an diturunkan kepada Rasulullah SAW namun bukan berarti yang diceritakan hanya kaum Nabi Muhammad saja tetapi ada juga menceritakan kaum-kaum terdahulu sebelum Nabi Muhammad …..tidak usah saya sebutkan suratnya kamu pasti sudah tahu……
Kamu teliti dengan jeli perumpamaan Isa disitu bukan perumpamaan manusia seperti isa/MGA tetapi Isa diumpamakan sebagai tuhan…..
Kalau lihat ayat yang ke-58:
Surat Az Zukhruf 58 : Dan mereka berkata: "Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?"

Kalau kamu mengatakan yg dimaksud kaummu adalah Kaum Nabi SAW dan dia yang dimaksud adalah MGA, semakin kelihatan janggal…..

Mungkinkan Kaum NAbi SAW menanyakan “Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (MGA)?"

Padahal kita tahu bahwa baik ahmadi dan non ahmadi mempunyai tuhan yang sama….
Disamping itu dalam ayat tersebut tertulis “Tuhan-Tuhan”….itu artinya jamak bukan satu tuhan…..Apakah Kaum Nabi SAW memiliki banyak tuhan ? coba kamu jawab ?

Kamu lihat ayat berikutnya:
Surat Az Zukhruf 59: Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai perumpamaan bagi Bani lsrail

Terlihat jelas sekali perumpamaan itu untuk kaum Bani Israel bukan Kaum Nabi SAW..

Hen, berhati-hatilah dalam mengutip suatu ayat…..
Kalau kamu salah menafsirkannya sama saja kamu mendustakaan ayat-ayat Allah…..
Allah akan mengancam kepada siapapun yang mendustakan ayat-ayatnya dengan balasan neraka…….
Seperti tertulis surat dibawah ini:

Surat Al A’raaf ayat 40:
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan

Surat Al An’aam ayat 39: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus



QUOTE
1. anda selalu mengambil referensi Al Abani tetapi ketika ditanyakan ini itu anda akhirnya menentangnya juga.


Mengutip itu tidak ada salahnya hen, selama apa yang diutarakan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an meskipun orang tersebut berbeda keyakinan dengan kita…
Bukankah ahmadiyah mengutip hadits dari para imam-imam hadits dan apakah keyakinan mereka sama dengan Ahmadiyah…Tentu tidak karena kita tidak pernah mendengar mereka berkeyakinan yg sama dgn Ahmadiyah…..
Bukankah juga Ahmadiyah mengutip perkataan Ibnu Arabi bahwa Mahdi lahir kembar dan kamu sendiri tahu Ibnu Arabi tidak pernah berkeyakinan bahwa ada lagi Nabi sesudah Nabi Muhammad seperti yang diyakini oleh kamu dan Ahmadiyah….
Ini belum yang lainnya lho..hen.

QUOTE
2. Anda selalu mengatakan bahwa hadist2 turunnya nabi Isa adalah dhaif tetapi anda juga menjadikan salah satu hadist tsb sbg referensinya.


Benar, kalau saya mendhaifkan hadits ttg Isa……..
Saya kalau mengutip hadits-hadits ttg Isa hanya ingin tahu sampai sejauh mana kamu bisa mempertahankan keyakinanmu itu…..

QUOTE
3. Anda bilang kaummu itu untuk bani Israil tapi anda memberi kurung kaummu itu untuk (Quraisy)


yang tertulis Quraisy sudah saya koreksi dan sudah saya jelaskan diatas…

QUOTE
4. Anda myakini Nabi Isa sudah wafat tapi koq malah memberi referensi kpd saya bahwa Nabi Isa masih hidup
bukannya ikut membantu saya dlm memberi ilmu kpd teman yg lain bahwa nabi Isa sudah wafat malah sebaliknya.
makanya ngga heran saya kalau akhirnya anda sendiri yang bingung dan menjadi penentang ahmadi yang tadinya anda sendiri yakini kebenarannya. kalau boleh saya bilang anda penuh keragu-raguan shadow, jadi akhirnya gitu deh.. Gampang masuk keluar keyakinan sendiri. Tidak ada patokan yang kuat buat anda, kalau bang Mandra bilang dulu kita itu harus punya PRINSIP hidup, keyakinan yang teguh...


Kamu kurang jeli ya dalam membaca…….
Saya menjelaskan ttg Surat An-Nisa ayat 157 itu menurut pendapat Muhyidin Addirwisy bukan pendapat saya…..
Masalah An-Nisa ayat 157 itu, saya khan punya jawaban sendiri hen…….
Justru dengan saya berbuat seperti ini, orang-orang akan tahu kalau para ahmadi hanya mengikuti dan menuruti akal-akal imam-imamnya saja tanpa menggunakan akal sendiri…mereka kalau dikasih pertanyaan diluar doktrin yang pernah diterimanya akan kelabakan

QUOTE
Oke shadow, intropeksilah agar punya pegangan hidup nanti kapan2.. baru kita lanjutkan lagi..


Bukannya kamu hen yang perlu introspeksi……..
Kamu salah saja dalam menafsirkan keyakinan saya…..
Sudah banyak bukti yang diberikan baik saya maupun teman-teman saya tentang kesalahan Ahmadiyah….
Kamu ini seperti batu besar, tidak mau beranjak dari tempat semula, tetap saja berada dalam kebatilan yang selama ini kamu anggap sebagai “suatu kebenaran”. Dan akhirnya, orang seperti kamu di kemudian hari ketika mengalami kematian akan menyesal seumur-umur dan kamu akan berkata,”kalau seandainya saya dahulu mau mendengar kritikan, mau mendengarkan pendapat orang lain, dan mau menggunakan akal sehat, niscaya saya tidak mengalami penderitaan seperti ini”(Surat 67 ayat 10)…..
Hen….kamu harus banyak-banyak mendengarkan terhadap nasihat/kritikan dan berbagai pendapat dari pihak lain dan mencernanya dengan akal sehat, sehingga dengan perantaraannya, hal-hal yang keliru/batil yang ada padamu, baik berbentuk pola pikir, akidah, ataupun tingkah laku dapat terkoreksi dan akhirnya dapat merubahnya kearah yang benar…

Oke saya tunggu lanjutannya….


Wassalam

nabi _ lama - May 13, 2007 03:32 PM (GMT)
:salam:
Menambahkan dair Shadow saja:
QUOTE
Kamu ini seperti batu besar


Betul Bung Hendy, janganlah Anda jadi batu besar yang menghalangi aliran air (ada dalam pepatah atau suatu ajaran ya, maaf ya saya lupa). Istilahnya jika ada keyakinan yang benar dan dalam hati sudah diyakini, janganlah satu kepercayaan/keimanan yang salah menutupinya.

Maaf, buat kami ajaran Muhammad saw adalah yang benar, jadi jika ada ajaran MGA (yang kami yakini kesalahannya), maka akan kami anggap adalah sebuah batu yang besar yang menghalangi ajaran Muhammad saw. Boleh dibilang suatu usaha pembelokan dari ajaran Muhammad saw.
Tolong direnungkan dalam-dalam...
Wassalam,

Alif - May 14, 2007 07:47 AM (GMT)
Shadow,
Pembuktian apa yang sudah anda berikan kpd saya shadow?
Shadow dlm mengemukakan dalil justru bikin saya bingung...!
Anda saja udah bingung, apalagi saya yang ngadepinnya...
ntar kalao anda sudah punya pegangan siapa yang menjadi Imam anda baru kita lanjutkan lagi...

Nabi Lama...,
Apa yg anda kemukan tdk lebih dari usaha membela diri saja.
bahwa anda sebenarnya sudah kalah debat, coba tunjukan dalil2 bantahan anda kpd saya
tidak ada satupun bukan? Baik topik mengenai Imam maupun mengenai wafatnya Isa as...
Anda menganggap bahwa ajaran Muhammad saw adalah benar tapi mengapa ajarannya tidak anda ikuti perintahnya
coba baca lagi di topik Imam apa diantaranya perintah beliau kpd kita?
Justru sudah saya buktikan bahwa anda bukanlah ASWJ
Wassalam,

shadow_ - May 14, 2007 10:08 AM (GMT)
QUOTE (hendy)
Shadow,
Pembuktian apa yang sudah anda berikan kpd saya shadow?
Shadow dlm mengemukakan dalil justru bikin saya bingung...!
Anda saja udah bingung, apalagi saya yang ngadepinnya...
ntar kalao anda sudah punya pegangan siapa yang menjadi Imam anda baru kita lanjutkan lagi...


Kebiasaan lu mulai lagi.......
Nggak ngerasa kalo udah dikasih penjelasan kesalahan-kesalahan Ahmadiyah...
kamu bingung karena kamu memang bukan tipe orang yang cepat mencerna sesuatu atau model orang yang pura-pura tidak tahu.....
Hen...memang ada dalam rukun Iman harus mengimani Imam...
Justru yang ada kita harus mengimani Allah dan Rasulullah.....bukan nabi palsu.... :biggrin:
Persis kata UNO, kalau sudah mengidolakan seseorang....apapun penjelasan orang lain tidak akan berguna sama sekali.....

shadow_ - May 18, 2007 02:31 AM (GMT)
QUOTE (Hendy)
Hadhrat Imam Az-Zurqani telah mengarang “Syarchul-Mawahibil-Ladunniyah” yang di dalamnya beliau menulis: bahwa “Khatiman-Nabiyyin” itu dibaca dengan baris di bawah TA’ dan dengan baris di atas TA’. Kalau Khatam itu dibaca dengan baris di atas TA’ sebagaimana tersebut di dalam Al-Quranul-Majid, maka artinya: “ACHSANUL-ANBIYAI KHALQAN WA KHULUQAN” (Syarchul-Mawahibil-Ladunniyah Liz-Zurqani, Juz III, hal. 163) artinya: “Dia sebaik-baik Nabi dalam hal kejadian maupun kesopanannya.

Hadhrat Mula Ali Al-Qari berkata:

Khatamun-Nabiyyin berarti bahwa tidak akan datang lagi sembarang Nabi yang memansukhkan (membatalkan) agama Islam dan yang bukan berasal dari umat beliau (Al-Maudhu’at Lil-Qariy, hal. 59).

dan masih banyak lagi pendapat para ulama terdahulu yang keterangannya sama dengan penjelasan Ahmadi..
Asal tahu saja kalau ulama terdahulu sangat berhati-hati dalam mengeluarkan fatwa, tapi ulama sekarang..?? Jangan ditanya deh..mereka menghambur-hamburkan fatwa..

Jadi kita cukup berpatokan kepada keterangan Qur'an, Sunnah dan penjelasannya berdasarkan ulama2 terdahulu yaitu ulama yang benar2 sbg pewaris Nabi..



Penjelasan kamu hen tentang khaatam semuanya berdasarkan pendapat para Ulama bukan Al-Qur'an.......
Perkataan Allah dengan Ulama tidak bisa disamakan......
Ulama juga manusia Hen.....
Coba kamu jelasin menurut Al-Qur'an.....
Di Al-Qur'an sudah ada penjelasannya tentang khaatam ini.....
Kamu harus tahu kata dasarnya....khaatam itu berasal dari kata apa ?
Setuju tidak kalau khaatam berasal dari kata khatama......
Apabila tidak setuju apa alasannya ? bisa dijelaskan!!



uno - May 19, 2007 05:58 AM (GMT)
Hendy lagi sinau bung Shadow.... :duel:

nabi _ lama - May 19, 2007 08:31 AM (GMT)
:salam:
QUOTE
Anda menganggap bahwa ajaran Muhammad saw adalah benar tapi mengapa ajarannya tidak anda ikuti perintahnya


OK, Bung Hendi, maksud anda hadist Imam Mahdi itu khan? Itu memang menjadi landasan bagi kaum Ahmadi untuk mengakui MGA sebagai imam zaman.

Satu hadist, tapi bukanlah pokok ajaran Islam. Tetatpi tidak ada dalam rukun2 Islam dan Iman yang seperti disebutkan Bung Shadow..

Bung Shadow, seperti di blog yang dulu. Ahmadiyya adalah menjadi suatu kepercayaan baru, seperti Salamullah, dsb. Ahmadiyya takkan perduli dengan perpecahan Islam oleh tangan2 kristen maupun yahudi. Mereka lebih perduli dengan menjaring (menyesatkan) jamaat sebanyak-banyaknya kepada orang2 yang tidak mendalami Islam atau kepada yang sama sekali buta Islam yang sebenarnya. Tentunya demi kepentingan pemasukan 'chanda' mereka sendiri.

QS Al Baqarah:18
"Mereka tuli, bisu dan buta , maka tidaklah mereka akan kembali ,

QS Al An'am:50
"Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak aku mengetahui yang ghaib dan tidak aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan?"

Wassalamu alaikum,

shadow_ - May 20, 2007 10:19 AM (GMT)
:salam:

QUOTE (Nabi Lama)
Bung Shadow, seperti di blog yang dulu. Ahmadiyya adalah menjadi suatu kepercayaan baru, seperti Salamullah, dsb. Ahmadiyya takkan perduli dengan perpecahan Islam oleh tangan2 kristen maupun yahudi. Mereka lebih perduli dengan menjaring (menyesatkan) jamaat sebanyak-banyaknya kepada orang2 yang tidak mendalami Islam atau kepada yang sama sekali buta Islam yang sebenarnya. Tentunya demi kepentingan pemasukan 'chanda' mereka sendiri.

QS Al Baqarah:18
"Mereka tuli, bisu dan buta , maka tidaklah mereka akan kembali ,

QS Al An'am:50
"Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak aku mengetahui yang ghaib dan tidak aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan?"

Wassalamu alaikum,



Betul Bapak.Nabi Lama.....
Kepercayaan kepada seorang nabi baru seperti MGA itu jelas membawa tambahan dalam aspek akidah Islam. Kepercayaan kepada nabi serupa itu tentu akan menimbulkan perubahan dan kekacauan dalam tubuh Islam. Pengingkaran Ghulam Ahmad terhadap tertutupnya kenabian menyebabkan timbulnya perbedaan pendapat yang tidak mungkin dikompromikan antara Ahmadiyah dengan kaum muslimin. Dengan demikian maka tujuan kedatangan MGA sebagai pemersatu umat sebagaimana yang didakwahkannya merupakan suatu hal yang mustahil, karena kehadirannya didunia ini justru lebih banyak mengoyak dan mengacaukan kesatuan umat. Adapun misi Ahmadiyah dengan berbagai macam kedatangannya untuk menyebarkan kepercayaannya, lebih berbahaya daripada misi-misi agama lain karena Ahmadiyah bertujuan untuk memalingkan kaum muslimin dari akidah Islam murni, dengan cara menggunakan tafsiran yang menyalahi maksud Al-Qur’an dan hadits sehingga kaum muslimin lebih mudah terjerat oleh tipu muslihat mereka (Ahmadiyah).


QUOTE (Nabi Lama)
Tentunya demi kepentingan pemasukan 'chanda' mereka sendiri.


Mendirikan suatu aliran memang ujung-ujungnya selalu "duit"


Wassalam


mila - May 22, 2007 07:29 AM (GMT)
setelah membaca panjang mulai dari halaman 1 sampe 3 ini, kesimpulannya adalah :
1. Sdr hendy sudah kebingungan mencari forum untuk berdebat tentang ahmadiyah dan menguji kemampuan yang dimilikinya.
2. Apa apa yang dikemukakan saudara kita yang dari ahmadiyah merupakan doktrin yang di keluarkan untuk menghadapi orang diluar jemaatnya. Terbukti apa yang dikatakan hendy sama dengan apa yang dibahas mertua shadow.
3. Dengan mengambil dalil dari Quran dg sepotong sepotong, itu bukan maksud / kemauan sdr hendy. Tapi apa yang dia dapat ya memang seperti itu dan langsung ditelan mentah mentah tanpa ada kajian lebih dalam. Memang seperti itulah kata Uno, lahan yang subur bagi ajaran ahmadiyah adalah kebodohan umat Islam dalam memahami ajaran agama sendiri.
4. Jadi percuma kalao shadow mengingatkan ke hendy atas pengambilan / mengutip ayat. Karena si hendy sendiri nggak tau apa arti mengutip ayat sepotong-sepotong.

nabi _ lama - May 23, 2007 10:19 PM (GMT)
Jazakallah....

uno - May 25, 2007 03:22 PM (GMT)
kayaknya mesti sabar nunggu Hendy sinau... :scooter:

Draco - January 31, 2008 06:04 AM (GMT)
Test !

:lol:




* Hosted for free by InvisionFree